Pemerintah Kabupaten bersama pelaku usaha menilai kehadiran tambang batu ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang nyata.
1. Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Kegiatan penambangan telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal, baik sebagai operator alat berat, sopir angkutan, maupun pekerja lapangan. Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran di desa-desa sekitar Bukit Muaro Bungo.
Selain itu, UMKM sekitar seperti warung makan, bengkel, dan penyedia logistik ikut merasakan peningkatan omzet.
2. Dukungan Terhadap Pembangunan Infrastruktur
Material batu dari Bukit Muaro Bungo kini menjadi bahan baku utama untuk pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum di Kabupaten Muaro Jambi dan wilayah sekitarnya.
Dengan pasokan bahan baku yang lebih dekat, biaya pembangunan infrastruktur menjadi lebih efisien sehingga mempercepat realisasi program pemerintah.
3. Peningkatan PAD dan CSR Perusahaan
Pendapatan Asli Daerah dari sektor pertambangan non-logam ikut meningkat. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan sekolah, puskesmas, dan perbaikan jalan desa.
Perusahaan tambang juga menjalankan program CSR berupa bantuan air bersih, perbaikan sarana ibadah, dan pelatihan keterampilan bagi warga sekitar.
4. Pengelolaan Lingkungan Terarah
Pelaku usaha berkomitmen menjalankan reklamasi dan penghijauan lahan pasca tambang. Beberapa titik sudah mulai ditanami pohon pelindung dan dibuat kolam penampungan air untuk mencegah erosi.
"Kami merasakan manfaatnya langsung. Banyak warga kami yang sekarang punya pekerjaan tetap. Kami juga minta perusahaan tetap jaga lingkungan dan libatkan warga dalam pengawasan," ujar salah satu kepala desa di sekitar Bukit Muaro Bungo.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan pengawasan agar kegiatan penambangan berjalan sesuai aturan, mengutamakan keselamatan kerja, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
(HRD) 16/07/2026

0 Response to "DAMPAK POSITIF KEGIATAN PENAMBANGAN BATU DI BUKIT MUARO BUNGO"
Posting Komentar